0

Kata serapan adalah kata-kata yang diambil dari bahasa asing atau bahasa daerah dan diintegrasikan ke dalam bahasa Indonesia. Kata serapan sendiri sering dikenal dengan kata pungutan atau kata adaptasi. Meskipun berasal dari bahasa asing atau daerah, kata serapan tersebut telah menjadi bagian dalam bahasa Indonesia dan dipakai luas oleh masyarakat umum dalam percakapan sehari-hari.

Fungsi Kata Serapan
Mungkin dalam benak kalian timbul pertanyaan, kenapa harus menyerap dari bahasa asing? Apakah bahasa Indonesia kekurangan kosa kata? Tentu saja tidak. Dengan adanya kata serapan ini, bahasa Indonesia akan semakin kaya akan kosa kata dan penggunaannya akan semakin berkembang. Jadi, dapat dikatakan bahwa fungsi dari kata serapan ini adalah untuk memperkaya ragam kata bahasa Indonesia, serta memberikan pengetahuan lebih tentang bahasa asing kepada pemakai bahasa Indonesia.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kata serapan ini antara lain sebagai berikut:

  1. Lebih cocok digunakan dalam arti konotasinya.
  2. Kata serapan yang berasal dari bahasa asing lebih bercorak internasional.
  3. Kata serapan asing lebih mudah digunakan daripada terjemahannya.

Jenis-Jenis Kata Serapan
Macam-macam kata serapan dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu berdasarkan bahasa asal dan berdasarkan proses integrasi atau penyerapan katanya. Berikut ini penjelasan jenis-jenis kata serapan berdasarkan dua kategori tersebut.

Kata Serapan Berdasarkan Bahasa Asal
Berdasarkan bahasa asal, maka kata serapan digolongkan menjadi dua macam yaitu kata serapan dari bahasa daerah dan kata serapan dari bahasa asing.

1. Kata Serapan dari Bahasa Daerah
Beberapa kosa kata dari berbagai daerah di Indonesia dapat dijadikan sebagai kata serapan. Bahasa daerah yang dijadikan sebagai kata serapan contohnya adalah bahasa Jawa, bahasa Sunda, Dialek khas DKI Jakarta, bahasa Minangkabau, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah contoh kata serapan dari bahasa-bahasa daerah tersebut.

  • Bahasa Jawa:

Ampuh : Sakti
Langka : Jarang ada
Lugu : Polos

  • Bahasa Sunda:

Nyeri : Sakit
Mending : Lumayan
Meriang : Sakit

  • Dialek khas Jakarta:

Ceroboh : Tidak hati-hati
Genit : Bergaya
Cakep : Mempesona

  • Bahasa Minangkabau:

Acuh : Peduli
Gigih : Tangguh
Bertele-tele : Melantur

2. Kata Serapan dari Bahasa Asing
Selain dari bahasa daerah, kata serapan bahasa Indonesia juga banyak berasal dari bahasa asing seperti dari bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Portugis, bahasa Cina, bahasa Belanda, dan sebagainya. Berikut ini beberapa contoh kata serapan dari berbagai bahasa asing tersebut.

Bahasa Inggris
Bahasa Arab
Bahasa Portugis
Bahasa Cina
Bahasa Belanda
Aktor
Abad
Armada
Bakiak
Amatir
Bisnis
Almanak
Algojo
Bakmi
Akte
Detail
Baligh
Bangku
Bakwan
Bombardir
Ekspor
Ilmu
Dadu
Cawan
Coklat
Inovasi
Lafal
Dansa
Gingseng
Diet

Kata Serapan Berdasarkan Proses Penyerapan Kata
Penyerapan kata pada dasarnya melalui beberapa proses hingga akhirnya dapat menjadi kosa kata sempurna menurut kaidah suatu bahasa. Adapun proses masukknya atau terserapnya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia melalui 3 tahapan yaitu adopsi, adaptasi, dan pungutan. Berikut ini penjelasannya.

1. Adopsi
Adopsi adalah proses terserapnya kosa kata bahasa asing yang diambil oleh pemakai karena memiliki makna yang sama namun tanpa merubah cara penulisan dan pengucapannya atau dengan kata lain kata yang diambil sama persis dengan bentuk aslinya.
Contoh:
Laptop, snack, hotdog, burger, dan sebagainya.

2. Adaptasi
Adaptasi adalah proses serapan bahasa asing yang digunakan pemakai karena memiliki makna yang sama dengan bahasa Indonesia namun kata serapan tersebut telah dirubah aturan dan kaidah penulisannya sesuai bahasa yang menyerap.
Contoh:
Communication : Komunikasi
Guitar : Gitar
Glass : Gelas
Optimize : Optimal
Jacket : Jaket
Position : Posisi

3. Pungutan
Pungutan yaitu proses masuknya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia yang terjadi karena pemakai bahasa mengambil konsep yang ada pada bahasa sumber, lalu kata serapan tersebut, padanan katanya dicairkan menurut ahasa Indonesia. Proses ini juga dapat disebut dengan proses penerjemahan karena dalam penggunaannya bahasa yang diserap memiliki makna asli dari bahasa asalnya.
Contoh:
Schedule : Jadwal
Background : Latar belakang
Problem : Masalah/kendala

Proses Pembentukan Kata Serapan
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah (lokal) maupun dari bahasa asing, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, dan Belanda. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas 3 golongan besar, yaitu:

  1. Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pinjaman ini dapat dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Contoh: reshuffle, shuttle cock, real estate, dan sebagainya.
  2. Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
  3. Unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah ejaannya. Contoh: otonomi, dongkrak, paham, aki, dan sebagainya.

Cara Membedakan Fakta dan Opini Beserta Contoh

Previous article

Fakta Keliru dalam Film “Based on True Story”

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *