Kumpulan Artikel Terbaru Terkini dan Terpopuler

Dinamika Kehidupan Sosial

Dinamika Kehidupan Sosial

Dinamika kehidupan sosial tidak pernah lepas dari dinamika kehidupan manusia itu sendiri. Kehidupan sosial ada dikarenakan adanya kehidupan dari masing-masing individu yang berinteraksi satu sama lain. Manusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Bahkan, manusia akan mempunyai arti jika ada manusia lain tempat ia berinteraksi. Demikian pula dengan kehidupan masyarakat yang selalu berubah sejalan dengan perilaku kehidupan manusia sehari-hari. Dalam ilmu sosiologi kita mengenal istilah struktur sosial sebagai sesuatu yang statis, sementara pranata sosial sebagai sesuatu yang dipandang dinamis.

Pada artikel ini akan dibahas seputar tentang defenisi Dinamika sosial, Teori-teori Dinamika/Perubahan Sosial, Faktor penyebab Dinamika Sosial, jenis-jenis dinamika sosial, dan Dampak dari dinamika sosial dalam kehidupan sehari-sehari. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam sosiologi inilah yang sering disebut sebgai Dinamika sosial atau Dinamika Kehidupan Sosial.

Dinamika

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Dinamika berarti gerak (dari dalam), Tenaga yang menggerakkan, Semangat. Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Sebagaimana menurut Drs. Soelaiman Joesoyf (1986), memberikan batasan bahwa : “Perubahan secara besar maupun secara kecil atau perubahan secara cepat atau lambat itu sesungguhnya adalah suatu dinamika, artinya suatu kenyataan yang berhubungan dengan perubahan keadaan”.

Definisi Sosial Berikut adalah beberapa defenisi Sosial menurut para ahli :

Sosial adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan.Enda M. C

Sosial adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh di dalamnya.Lena Dominelli

Sosial adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.Peter Herman

Dinamika Kehidupan Sosial

Dinamika Sosial adalah gerak masyarakat secara terus-menerus yang menimbulkan perubahan dalam tata hidup masyarakat yang bersangkutan. Sementara dalam Kamus Sosiologi, Dinamika Sosial diartikan sebagai gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Dengan kata lain bahwa Dinamika sosial merupakan suatu kumpulan manusia yang anggotanya mempunyai kesadaran akan adanya kesamaan dan saling berinteraksi tetapi tidak terlibat dalam suatu ikatan organisasi. Ada juga yang menyatakan bahwa dinamika sosial tidak lain adalah perubahan sosial itu sendiri.

Berikut adalah pendapat dari beberapa ahli tentang perubahan/dinamika sosial :

  • Menurut William F. Ogburn, bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial.
  • Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan- perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  • Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi system sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok masyarakat.

Teori-Teori tentang Dinamika Sosial

Berikut adalah Teori – Teori Tentang Dinamika Sosial

1. Teori evolusi ( evolutionary theory )

Teori ini berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Dhurkein dan Ferdinand Tonnies. Dhurkeim berpendapat bahwa perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat, terutama yang berhubungan dengan kerja. Sedangakan Tonnies memandang bahwa masyarakat berubah dari masyarakat yang sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif menjadi tipe masyarakat besar yamg memiliki hubungan yang terspesialisasi dan impersonali. Artinya dengan adanya perubahan sosial membuat masyarakat menjadi lebih individual dan sifat kemasyarakatannya semakin berkurang. Ini dapat dilihat pada masyarakat perkotaan.

2. Teori konflik ( Conflict Theory )

Menurut teori ini konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Teori ini berpedoman pada pemikiran Karl Marx yang menyebutkan bahwa konflik sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Iya yakin bahwa konflik dan pertentangan selalu ada dalam setiap bagian masyarakat.

3. Teori fungsionalis (Functionalist Theory)

Teori fungsionalis berusaha melacak penyebab perubahan sosial sampai ketidakpuasan masyarakat akan kondisi sosialnya yang secara pribadi mempengaruhi mereka. Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatnya moderat. Konsep kejutan budaya (Kultural Lag) dari William Ogburn berusaha menjelaskan peruabahn sosial dalam kerangka fungsionalis ini. Menurutnya, meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan satu sama lain, beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur lainnya tidak secepat itu. Sehingga tertinggal di belakang. Ketertinggalan ini meyebabkan kesenjangan sosial dan budaya antara unsur-unsur yang berubah sangat cepat dan unsur yang berubah lambat. Kesenjangan ini menyebabkan adanya kejutan sosial dan budaya pada masyarakat. Ogburn menyebutkan perubahan teknologi biasanya lebih cepat daripada perubahan budaya non material seperti kepercayaan, norma, nilai – nilai yang mengatur masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu dia berpendapat bahwa perubahan teknologi sering kali menghasilkan kejutan budaya yang pada gilirannya akan memunculkan pola-pola perilaku yang baru.

4. Teori Siklis (Cyclical Theory)

Teori ini mempunyai sudut pandang yang menarik dalam melihat perubahan sosial. Teori ini beranggapa bahwa perubahan sosial tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun bahkan orang-orang a hli sekalipun. Dalam setiap masyarakat terdapat siklus yang harus diikutinya. Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu peradaban tidak dapat dielakkan dan tidak selamanya perubahan sosial membawa kebaikan.

Oswald Spengler mengemukakan bahwa setiap masyarakat berkembang melalui 4 tahap perkembangan seperti pertumbuhan manusia, yaitu : Masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua. Beliau merasa bahwa masyarakat barat telah mencapai masa kejayannya pada masa dewasa yaitu selama jaman pencerahan pada abad XVIII. Sejak saat itu tidak terelakkan lagi peradaban barat mulai mengalami kemunduran ke masa tua. Tidak ada yang dapat menghentikan proses ini.Seperti yang terjadi pada peradaban Babilonia, Mesir, Yunani dan Romawi yang terus mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh.

Faktor-faktor Penyebab Teori Alternatif Dinamika Sosial

Dalam Buku Sosiologi Perubahan Sosial oleh Piotr Sztompka bahwa “validitas teori system organic serta dikotomi statika sosial dan dinamika sosial mulai diragukan dikarenakan dua alasan, yaitu :

  1. Penekanan pada kualitas realitas sosial yang dapat menyebar ke segala arah yakni membayangkan masyarakat dalam keadaan bergerak/berproses.
  2. Tidak memperlakukan masyarakat (kelompok. Organisasi) sebagai sebuah obyek dari realitas social.” Alfred Whitehead menyatakan bahwa “perubahan merupakan sifat dari sesuatu”. Konsekwensinya masyarakat tidak dapat dibayangkan sebagai keadaan tetap, tetapi sebagai proses; bukan sebagai obyek semu yang kaku tetapi sebagai aliran peristiwa terus menerus tiada henti. Dikatakan bahwa masyarakat (kelompok, komunitas, organisasi, bangsa, negara) hanya dapat dikatakan ada sejauh dan selama terjadi sesuatu didalamnya, ada tindakan tertentu yang dilakukan, ada perubahan tertentu dan ada proses tertentu yang senantiasa bekerja.

Dinamika sosial atau perubahan sosial dipengaruhi oleh faktor internal yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari luar yang memberikan pengaruh pada masyarakat yang bersangkutan.

1. Faktor Internal

  • Bertambahnya atau berkurangnya penduduk Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan perubahan dalam struktur masyarakat seperti munculnya kelas sosial yang baru dan profesi yang baru. Selain itu pertambahan jumlah penduduk juga mengakibatkan bertambahnya kebutuhan- kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Padahal sumbersumber pemenuhan kebutuhan tidak seimbang, sehingga akan imbul masalah sosial seperti pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, dan lain-lain. Kondisi ini akan mengubah pola interaksi dan meningkatnya mobilitas sosial. Selain itu, berkurangnya penduduk yang diakibatkan oleh migrasi dan urbanisasi akan mengakibatkan kekosongan dalam pembagian kerja dan jumlah angkatan kerja, sehingga akan memengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan
  • Adanya penemuan baru (discovery) Penemuan baru dalam masyarakat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan terjadinya perubahan sosial. Misalnya, penemuan traktor untuk membajak sawah telah mengubah cara masyarakat membajak sawah. Dulu masyarakat membajak sawah dengan bajak yang ditarik kerbau atau sapi, sekarang orang membajak sawah dengan traktor yang dirasakan menghemat waktu, biaya, dan tenaga. Penemuan baru yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat dibedakan menjadi dua yaitu discovery dan invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan baru, baik berupa alat maupun gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau kelompok. Adapun invention adalah penemuan baru yang sudah diakui, diterima serta diterapkan masyarakat.
  • Pertentangan (konflik) masyarakat Dalam interaksi sosial di masyarakat yang heterogen dan dinamis, pertentangan-pertentangan (konflik) mungkin saja terjadi baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Apalagi pada masyarakat yang berkembang dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern akan selalu terjadi pertentangan, misalnya golongan muda yang ingin mengadopsi budaya asing, golongan tua yang tetap mempertahankan tradisi lama. Konflik ini akan menimbulkan perubahan nilai-nilai, pola perilaku dan interaksi yang baru di masyarakat tersebut.
  • Terjadinya pemberontakan (revolusi) Revolusi adalah perubahan yang sangat cepat dan mendasar yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Revolusi akan berpengaruh besar pada struktur masyarakat dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Pengaruh tersebut mulai dari lembaga negara sampai keluarga yaitu mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Contohnya revolusi industri di Inggris, revolusi Perancis, revolusi fisik tahun 1945 di Indonesia.

2. Faktor Eksternal

  • Lingkungan Fisik Sangat jelas bahwa lingkungan fisik mampu memberikan perubahan baik lambat maupun cepat pada masyarakat. Misalnya, bencana alam (gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan lain-lain) mengakibatkan manusia yang terkena musibah akan berpindah tempat untuk mencari tempat aman. Hal ini sangat jelas akan memengaruhi pola perilaku yang telah terbangun selama ini, misalnya, daerah pertanian yang telah berubah fungsi menjadi pabrik atau perumahan mengakibatkan perubahan pola perilaku masyarakat sekitar.
  • Peperangan Peperangan antara satu negara dan negara lain bisa menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan baik pada lembaga kemasyarakatan maupun struktur masyarakatnya. Pada umumnya, yang menang akan memaksakan nilai-nilai dan cara-cara lembaga masyarakat yang dianutnya kepada negara yang kalah.
  • Pengaruh Kebudayaan Lain Interaksi yang dilakukan oleh manusia di segala penjuru dunia telah mengakibatkan campurnya atau berbaurnya kebudayaan pendatang dengan kebudayaan asli. Sudah sejak lama, manusia di dunia melakukan perjalanan jarak jauh mengelilingi dunia dengan tujuan melakukan penyebaran agama, mencari sumber daya alam, daerah jajahan,dan lainlain. Menurut Soerjono Soekanto, apabila salah satu atau kedua kebudayaan yang bertemu mempunyai teknologi yang lebih tinggi maka yang terjadi adalah proses imitasi berupa peniruan unsur-unsur budaya lain. Peniruan ini juga dapat mengakibatkan hilangnya kebudayaan asli dan digantikan kebudayaan asing atau terjadi percampuran dua kebudayaan. Misalnya, kebudayaan Hindu yang datang lebih dulu dibanding kebudayaan Islam mengakibatkan percampuran dua kebudayaan itu menjadi satu melalui peran Wali Songo seperti wayang.

Jenis-Jenis Dinamika Kehidupan Sosial

Perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat dapat kita kelompokkan kedalam bentuk-bentuk perubahan sebagai berikut:

  • Perubahan yang lambat (evolusi) dan cepat (revolusi) Perubahan ini sangat lambat dan hampir tidak terasa. Karena tidak terasa makan orang menyebut bahwa masyarakat tersebut statis. Perubahan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, rentetan perubahan kecil saling mengikuti dengan lambat. Pada evolusi perubahan tanpa rencana tetapi disebabkan oleh usaha manusia dalam menyesuaikan diri dengan keperluan atau kondisi baru yang sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Perubahan dapat berbentuk cosmic evolution (perubahan hidup manusia), organis evolution (mempertahankan hidup) dan mental evolution (mental). Sedangkan hal yang pokok dari revolusi adalah terdapatnya perubahan yang terjadi de¬ngan cepat, disamping itu perubahan tersebut menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok dari kehidupan manusia.
    Perubahan yang terjadi secara revolusi dapat direncana¬kan terlebih dahulu ataupun tidak direncanakan. Perubahan yang terjadi secara revolusi, sebenarnya kecepatan berlangsungnya perubahan adalah relatif, dikarenakan ada suatu revolusi yang berlangsung lama. Misal, Revolusi Industri di Inggris yaitu perubahan-perubahan yang terjadi dari proses produksi tanpa mesin, hingga proses produksi menggunakan mesin. Perubahan seperti ini dianggap perubahan yang cepat, karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, yaitu adanya sistem hubungan antara buruh dan majikan.
  • Perubahan sosial yang pengaruhnya besar-kecil Perubahan sosial yang besar pada umumnya adalah perubahan yang akan membawa pengaruh yang besar pada masyarakat. Misalnya terjadinya proses industrialisasi pada masyarakat yang masih agraris. Di sini lembaga-lembaga kemasyarakatan akan terkena pengaruhnya, yakni hubungan kerja, sistem pemilikan tanah, klasifikasi masyarakat, dan yang lainnya. Sedangkan perubahan sosial yang kecil adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa akibat yang langsung pada masyarakat. Misalnya, perubahan bentuk potongan rambut, tidak akan membawa pengaruhi yang berarti bagi masyarakat secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan tidak akan menye¬babkan terjadinya perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.
  • Perubahan yang direncanakan dan tidak direncanakan Perubahan sosial yang direncanakan adalah, perubahan yang terjadi di dalam masyarakat, dan hal ini terjadi karena telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang menginginkan adanya perubahan. Pihak yang menginginkan adanya perubahan itu disebut: dengan agent of change atau agen pembaharu. Agent of change, adalah seorang atau sekelompok orang yang memimpin masyarakat dalam merubah sistem sosial yang ada. Tentunya agent of change ini sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk memimpin adanya suatu perubahan. Agent of change selalu mengawasi jalannya perubahan yang dikehendaki atau direncanakan itu. Sedangkan perubahan sosial yang tidak direncanakan adalah terjadinya perubahan-perubahan yang tidak direncanakan atau dikehendaki, dan terjadi diluar pengawasan masyarakat dan dapat menimbulkan akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masya¬rakat. Misalnya, terjadinya krisis ekonomi yang terjadi di suatu negara yang menyebabkan terhambatnya pembangunan negara tersebut.

Dampak Dinamika Kehidupan Sosial

1. Dampak Positif

  • Menjadikan masyarakat lebih tahu perkembangan yang membuat masyarakat lebih maju. Contohnya adalah dengan adanya penemuan internet, kehidupan masyarakat menjadi lebih maju, masayrakat bisa mendapatkan informasi, pengetahuan atau segala hal dengan lebih cepat.
  • Menjadikan masyarakat hidup lebih makmur Telah diakui dalam sejarah bahwa dahulu kala rakyat nusantara hidup dalam penjajahan, dimana masyarakat hidup dalam ketakutan, kemiskinan, kesengsaraan dan hanya menjadi budak bagi bangsa penjajah. Perubahan sosial lewat revolusi telah membuat masyarakat indonesia memiliki kehidupan yang lebih baik, walaupun masih jauh dari kata sejahtera, namun bangsa Indonesia telah melaksanakan pembangunan selama 71 tahun dan masyarakat menjadi jauh lebih makmur baik dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, dsb.
  • Menjadikan masyarakat lebih baik dalam kehidupan sehari-hari Sebagai contoh adalah perubahan dari segi transportasi. Jika dulu kala kendaraan hanyalah kuda, atau delman, namun saat ini transportasi telah tersedia dimana-mana, motor, mobil, bus, pesawat, kapal laut, semua itu memudahkan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya.

2. Dampak Negatif

  • Memusnahkan kebuadayaan asli suatu masyarakat Telah tercatat dalam sejarah ada banyak masyarakat, kaum, komunitas, atau suku yang akhirnya hilang dalam peradaban. Tersebut dalam beberapa literatur tentang peradaban atlantis, peradaban suku maya dan peradaban kaum sodom yang tersebut dalam kitab suci.
  • Menjadikan masyarakat menjadi masyarakat yang lebih buruk Perubahan juga dapat membawa dampak buruk, ibarat dua belah mata pisau. Satu sisi baik dan satu sisi buruk. Sebagai contoh : penemuan internet akhirnya juga disalahgunakan oleh banyak pihak untuk menyebarkan pornografi, menjual barang-barang haram, memperdagangkan seks secara online, dan masih banyak lagi dampak negatif dari perubahan. (Referensi: ettyra.b.com)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top