0
Ada satu artikel tulisan dari mba Ayu Aisyah Siregar di Ziliun.com yang membuat saya tergelitik karena bener-bener membangun sekaligus menyadarkan setiap yang membacanya bahwa membangun startup tidak harus selalu pinter teknologi, bahkan yang gaptek pun sebenarnya bisa. Gimana caranya? Setiap orang selalu mau jadi agen perubahan. Gimana ya perasaan Zuckerberg saat tahu produknya dipake miliaran orang? Atau Nadiem Makarim yang tiap hari lewatin jalan raya Ibu Kota penuh dengan pasukan helm dan jaket ijo menjalar? 
 
Startup, dapat dikatakan pengertiannya adalah usaha yang tergolong baru. Sekarang, umumnya startup tersebut kebanyakan berada dibidang teknologi, web, dan sejenisnya. Ya walaupun sebenarnya konkrit pengertiannya tidak hanya dibidang itu, tapi melihat dimasa sekarang dimana teknologi semakin berkembang pesat, maka usaha-usaha dengan inovasi serta ide yang menarik memang banyak sekali diantara bidang tersebut. Contohnya seperti Kaskus, toped, gojek, dan ribuan lainnya! 
 
Siapa bilang pembuat nya sendikit? Patut diketahui, orang diluar sana yang mencoba membuat sebuah startup itu sangat banyak! Bahkan tak terhitung, tapi harus diketahui juga bahwa yang gagal pun sangat banyak. Faktornya pun banyak mulai dari pendanaan, tidak dibutuhkan oleh pasar, tidak berkembang, ataupun tim yang ga solid. Bahkan yang memulai usaha ini secara hobby pun tidak sedikit, walaupun g ada salahnya juga memulai startup dari hobi, tapi harus agan sadari bahwa kita juga harus melihat kondisi dipasar bagaimana. Diterima apa tidak?
Hari gini generasi milenial emang udah hidup di zaman serba digital. Di mana-mana pake teknologi, terutama aplikasi mobile. Rajin banget nulis status, upload foto liburan, kepoin mantan, sampe jualan. Gak kok, gak dosa. Ini cuma bukti bahwa masih banyak di antara kita itu berperan sebagai konsumen.
 
Tapi… gak sedikit juga yang udah tergerak membuat produknya sendiri di bidang digital. Startup-startup bermunculan dan saling menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dengan menyediakan aplikasi mobile dan situs web. Mereka adalah orang-orang beruntung yang bisa mewujudkan secara nyata usaha rintisan ke pubik karena bisa coding, ngerti programming, lulusan IT, dan lain sebagainya. He he, gak gitu juga kok kenyataannya..

Punya masalah dan solusi


 
Menurut Presiden Direktur Acer Indonesia Herbet Ang, untuk membangun startup gak harus selalu ngerti dan punya background teknologi dulu. Tapi yang paling utama itu lo harus punya masalah yang jelas.
 
“Kalau udah tau masalah apa yang mau diselesain dengan konkret dan jelas, maka hambatan gaptek teknologi akan teratasi dengan sendirinya,” kata Herbet.
 
Apa sih masalah yang ada di masyarakat yang mau lo selesain? Apa solusi yang lo tawarkan? Kalau lo udah punya masalah dan punya solusi yang jelas, then fight for it! Masalah dan solusi adalah dua hal yang paling utama supaya orang-orang gaptek tetep bisa driven membangun startup-nya karena mereka udah punya arah dan tujuan.

Cari co-founder!


 
“Bangun startup gak selalu harus sendirian,” Herbet kembali memberi wejangan.
 
Kalau masalah dan solusi udah jelas, baru lo ngomongin teknologi! Lo bisa mengatasi ke-gaptek-an lo dengan cari co-founder yang ngerti teknologi. Temukan orang-orang tepat ini yang punya visi dan misi sama seperti apa yang mau lo jalanin. Kalau visi dan misi udah sejalan, lo pasti bakal click sama co-founder lo nanti.
 
Kalau udah dapet co-founder yang pas, coba bagi beban dan kegalauan lo itu. Selain itu, penting juga nih untuk mengasah jiwa entrepreneurship. Tujuannya kata Herbet, individu bakal siap bekerja keras membangun segala sesuatunya dari awal dan berusaha mati-matian untuk mewujudkannya selaras dengan visi sejak awal.

Cari perusahaan yang mau bantu


 
Alternatif lain kalau lo gak nemuin co-founder atau partner yang cocok, lo bisa cari perusahaan yang mau membantu.
 
“Sekarang saya lihat banyak perusahaan yang mau membantu para startup dengan menyediakan keahlian software yang dibutuhkan,” jelas Herbet.
 
Khawatir gak punya uang buat bayar mereka? Tenang aja, bro. Lo gak selalu harus bayar mereka, tapi lo bisa mengganti bayaran uang, dengan berbagi saham dengan mereka. So, gaptek bukan lagi masalah buat lo jadi self-driver atas startup lo sendiri. Karena yang paling penting bukan punya keahlian dan latar belakang teknologi, tapi punya masalah beserta solusi yang jelas dan konkret! (TLD#1#24)

6 Spot Terbaik Mengabadikan Moment Sunset di Tanah Sumatera

Previous article

Gunakan 5 Trik Jika Browsing Menggunakan Chrome di Android

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Inspiratif