0
Konsep dasar sosiologi merupakan istilah ilmiah yang seringkali muncul dalam pembahasan sosiologi. Intensitas dalam kata sering tentu saja relatif, tergantung pada fokus apa yang sedang di bahas. Dalam fokus pembahasan mengenai perubahan sosial, frase perubahan sosial menjadi konsep kunci. Dalam fokus pembahasan tentang masyarakat digital atau masyarakat internet, frase ‘masyarakat digital’ atau ‘masyarakat internet’ yang menjadi kunci. Tulisan ini akan menguraikan konsep sosiologi yang umum saja.
Apa saja konsep dasar sosiologi?
  • Konsep Individu
Dalam sosiologi individu adalah unit terkecil didalam keluarga. Individu merupakan manusia yang amemiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Ada tiga aspek yang terdapat didalam individu yakni aspe jasmaniah, aspek psikis rohani dan aspek sosial. Aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu aspek rusak, maka akan merusak pula aspek-aspek yang lainnya.
  • Konsep Keluarga
Keluarga merupakan satuan terkecil dalam masyarakat, terbentuk akibat adanya ikatan pekawinan. Keluarga terdiri dari individu-individu seperti suami, istri dan anak. Bentuk keluarga seperti ini disebut keluarga inti (nuclear family) atau keluarga batin. Selain keluarga inti, dalam ikatan rumah tangga juga mertua,atau beberapa saudara lainnya yang hidupnya bergantung pada keluarga inti tersebut. Kelompok kekerabatan seperti itu disebut dengan keluarga luas (extended family). Yaitu kesatuan yang terdiri melibihi dari keluarga inti.
  • Kelompok Sosial
Secara sosiologis, kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. kelompok sosial terjadi akibt adanya proses interaksi dan proses sosial.
  • Masyarakat
Pengertian masyarakat sendiri adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara dan berbagai organisasi politik, ekonomi dan sosial.
  • Interaksi dan Proses Sosial
Dalam sosiologi, interaksi sosial atau proses sosial menjadi hal pokok yang perlu dipahami terlebih dahulu. Melalui interaksi sosial ini banyak hal yang dapat ditelaah dalam sosiologi. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antar individu, antara individu dan kelompok, dan antarkelompok. Interaksi sosial tersebut akan menciptakan hubungan sosial dalam masyarakat.
  • Nilai dan Norma
Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Pergeseran nilai akan mempengaruhi kebiasaan dan tata kelakuan. Sedangkan norma merupakan wujud konkrit dari nilai sosial. Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat yang dianggap benar. Agar norma dipatuhi oleh masyarakat, norma dilengkapi dengan sanksi. Ada empat macam norma yang ada di masyarakat antara lain norma agama, norma adat atau kebiasaan, norma kesusilaan atau kesopanan dan norma hukum.
  • Sosialisasi
Merupakan proses individu belajar berinteraksi di dalam masyarakat. Melalui proses sosialisasi, individu akan memperoleh pengetahuan, nilai dan norma yang akan dibelakinya dalam proses pergaulan.
  • Struktur Sosial
Struktur sosia mengarah pada hubungan yang lebih fundamental, yang memberikan bentuk-bentuk dasar pada masyarakat serta memberikan batas-batas interaksi sosial yang ingin dilakukan secara terorganisisr.
  • Lembaga Ssosial
Menurut Paul B. Horton dan Chester L.Hunt, lembaga adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir yang mewujudkan nilai-nilai dan tata cara umum tertentu dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Lembaga merupakan suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang dianggap masyarakat adalah hal penting.
  • Perubahan Sosial Budaya
Perubahan sosial merupakan perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian diantara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal. Faktor yang dapat mengakibatkan perubahan sosial di masyarakat adalah:
  1. Perubahan lingkungan alam
  2. Perubahan situasi kependudukan
  3. Perubahan struktur sosial dan budaya
  4. Perubahan nilai dan sikap
Apa itu Hubungan Sosial?
Hubungan sosial dapat menunjukan pada suatu bentuk interaksi sosial yang lebih luas, yang diatur oleh norma sosial antara dua orang atau lebih yang memiliki posisi dan peran sosial. Menurut hierarki sosiologi konsep hubungan sosial itu lebih luas dari tingkah laku, kontak sosial dan interaksi sosial. Interaksi sosial sendiri merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut antara hubungan orang perorangan, antar kelompok manusia, maupun antar orang perorangan dan sekelompok manusia (Gillin dan Gillin, 1954).
Berdasarkan pemahaman diatas secara spesifik hubungan sosial itu berupa:
  1. Hubungan antar individu dalam kelompoknya
  2. Hubungan antara kelompok masyarakat
  3. Hubungan antara individu dengan sekelompok masyarakat. Kelompok yang dimaksud dalam konteks ini berupa suku bangsa atau kelompok keluargaan, institusi atau organisasi sosial, kelas-kelas atau tingkatan sosial, bangsa atau negara, penduduk, jenis kelamin, dsb.
Menurut Soerjono Soekanto,  interaksi sosial tidak mungkin terjadi tanpa kontak sosial dan komunikasi.
  • Kontak Sosial
Kontak sosial memiliki sifat-sifat diantaranya yaitu kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif dan kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
  • Komunikasi
Komunikasi memiliki lima unsur-unsur pokok diantaranya yaitu komunikator, komunikan, pesan, media, dan efek.
Faktor-faktor pendorong interaksi sosial. Interaksi sosial dilandasi oleh faktor psikologis yaitu:
  1. Imitasi
  2. Sugesti
  3. Identifikasi
  4. Simpati
  5. Empati
Apa Bentuk-bentuk dari Interaksi Sosial?
Menurut Gillin, interaksi sosial berlangsung di dalam dua jenis proses sosial yaitu:
  • Proses Asosiatif
Mengarah pada persatuan atau integrasi sosial. Proses asosiatif meliputi bentuk-bentuk antara lain :
  1. Kerjasama, Sebagai usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
  2. Akomodasi, sebagai keadaan mengacu pada keseimbangan interaksi antari individu atau antar kelompok berkaitan dengan nilai dan norma sosial yang berlaku.
  3. Asimilasi, usaha mengurangi perbedaan antar individu atau antar kelompok guna mencapai satu tujuan kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama.
  4. Akulturasi, berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.
  • Proses Disosiatif
Proses oposisi, cara melawan seseorang atau sekelompok orang demi meraih tujuan tertentu. Proses sosial disosiatif memiliki tiga bentuk yaitu persaingan, kontroversi dan pertentangan.
Berdasarkan materi diatas, salah satu dari bentuk proses asosiatif yaitu akulturasi. Untuk mendukung dan memudahkan dalam memahami materi tersebut, disini saya akan memaparkan sebuah artikel berita tentang akulturasi budaya.

Pola Persebaran dan Interaksi Spasial antara Desa dan Kota

Previous article

Menjadi Profesional, Dimulai dari Website

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *