0

Dari beberapa sumber mengatakan bahwa vitamin D3 yaitu bentuk paling alami dari vitamin D. Vitamin D3 memiliki peran penting untuk mengatur kadar kalsium di dalam tubuhmu dan menjaga kekuatan gigi dan tulang dan juga dapat digunakan sebagai obat penyakit tertentu.

Vitamin D yaitu salah satu jenis dari vitamin yang akan larut dalam lemak. Secara kimiawi, vidamin D mempunyai bentuk aktif yaitu vitamin D2 atau ergokalsiferol dan vitamin D3 atau kolekalsiferol.

Kamu dapat menemukan vitamin D2 hanya dari makanan jenis tumbuh-tumbuhan tertentu, seperti jamur. Vitamin D3 terbentuk secara alami ketika kulitmu terkena sinar dari matahari langsung. Vitamin D3 dapat kamu temui pada makanan yang berasal dari hewan, seperti:

  • Ikan laut, seperti tuna, tongkol dan salmon
  • Sereal atau jus buah yang diperkaya vitamin D3
  • Minyak ikan dan minyak hati ikan kod
  • Susu dan olahannya, seperti keju dan yoghurt
  • Telur dan hati sapi

Selain dari makanan, vitamin D3 juga diperoleh dari suplemen yang mengandung vitamin D3. Kemudian D3 juga mempunyai beberapa manfaat dan kegunaan, seperti:

Manfaat dan Kegunaan Vitamin D3

Manfaat dari vitamin D3 yaitu membantu tubuhmu menyerap kalsium dan fosfor yang dapat untuk membangun dan menjaga tulang kuat. Vitamin D dalam bentuk vitamin D2 dan D3 digunakan sebagai pengobatan dan pencegahan terhadap beberapa penyakit, seperti:

Mencegah perburukan gangguan ginjal

Penyakit ginjal tertentu, seperti gagal ginjal kronis, dapat membuat fungsi ginjal dalam menghasilkan vitamin D menjadi terganggu. Akibatnya, banyak pasien gagal ginjal yang mengalami kekurangan vitamin D.

Untuk menambah asupan vitamin D di dalam tubuhnya, para penderita gangguan ginjal disarankan untuk mencukupi vitamin D3 dari makanan atau suplemen.

Selain itu, beberapa studi juga menunjukkan bahwa penggunaan suplemen vitamin D3 terlihat dapat mencegah perburukan kondisi gagal ginjal dan memperbaiki kondisi penderita gagal ginjal. Suplemen vitamin D3 juga terlihat efektif dalam mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada penyakit nefropati diabetik.

Mengobati dan mencegah rakitis dan osteomalacia

Vitamin D3 dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit rakitis dan osteomalacia. Kedua kondisi ini disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfor.

Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak-anak, sedangkan osteomalacia adalah kelainan pada tulang yang membuat tulang menjadi lunak dan mudah patah.

Mencegah osteoporosis

Menurut beberapa penelitian mengatakan bahwa asupan vitamin D3 yang tercukupi mampu membantu mencegah osteoporosis atau biasa disebut tulang keropos serta dapat meningkatkan kepadatan tulang pada orang yang sudah lanjut usia. Vitamin D3 juga mampu dapat mengurangi resiko patah tulang pada lansia.

Mengobati gangguan kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah kelenjar yang berfungsi untuk mengatur kadar kalsium di dalam tubuh dengan cara menghasilkan hormon paratiroid. Ketika hormon ini dihasilkan, tubuh akan menghasilkan lebih banyak vitamin D secara alami untuk menyerap kalsium lebih banyak.

Jika fungsi kelenjar paratiroid tergangu, misalnya pada penyakit hipoparatiroidisme, maka jumlah vitamin D dan kalsium di dalam tubuh akan berkurang.

Oleh karena itu, suplemen vitamin D3 sering kali diperlukan untuk mengobati gangguan pada kelenjar paratiroid tersebut. Meski berperan penting bagi kesehatan, asupan vitamin D harian tidak disarankan untuk dikonsumsi berlebihan.

Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementrian Kesehatan, kebutuhan harian vitamin D untuk wanita maupun pria dewasa adalah 15 mikrogram atau setara dengan 600 IU. Sedangkan lansia disarankan untuk mencukupi vitamin D harian sebanyak 20 mikrogram atau setara dengan 800 IU.

Jumlah tersebut bisa dipenuhi dengan cara mengonsumsi makanan sumber vitamin D. Apabila ingin mengonsumsi suplemen vitamin D3, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter spesialis gizi, agar dosisnya dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Alodokter

10 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS Asia Ranking 2020

Previous article

Kenali Makanan Penurun Darah Tinggi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Health