0

Manusia rata-rata bernapas 12-18 kali setiap menitnya, itu berarti dalam satu hari manusia bernapas sebanyak 17.280 kali. Wah banyak banget, maka dari itu organ-organ pernapasan harus kamu jaga dengan baik agar organ pernapasan dalam keadaan baik dan sehat. Ternyata ada banyak organ yang berperan untuk membantu proses pada pernapasan, yuk kita bahas semuanya:

Organ Pernapasan

The Respiratory System

1. Hidung dan Rongga Hidung

Hidung merupakan organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Udara dari luar akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan, tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.

Rongga hidung memiliki fungsi untuk menghangatkan, melembabkan dan menyaring udara yang masuk ke dalam tubuh. Bulu dan lendir (murcus) didalam rongga memiliki fungsi untuk menangkap spora jamur, debu dan zat asing udara lainnya.

2. Tenggorokan (Faring)

Faring merupakan hulu kerongkongan yang mempunyai percabangan dua saluran. Yaitu antara saluran yang menghubungkan mulut-kerongkongan dan hidung-tenggorokan. Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.

Fungsi utama dari faring yaitu sebagai saluran pencernaan yang membawa makanan masuk ke dalam kerongkongan. Faring juga berfungsi sebagai proses masuknya udara ke dalam pita suara yang menghasilkan suara merdumu.

3. Pangkal Tenggorokan (Laring)

Laring terletak pada bagian atas tenggorokan yang berisi pita suara, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluran makanan dengan saluran udara.

Pada saat kamu makan sambil berbicara kemudian tersedak, nah tersedak ini karena katup epiglotismu tidak bisa bekerja dengan baik. Epiglotismu bingung harus menutup atau membuka saluran pencernaan atau pernapasan.

4. Batang Tenggorokan (Trakea)

Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa dan memiliki fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.

Fungsi dari silia pada dinding trakea adalah untuk menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Sehingga kotoran atau debu yang masuk ke dalam tenggorokan akan didorong ke atas oleh silia dan dikeluarkan melalui mulut dengan mekanisme batuk.

Batang tenggrorokan memiliki bentuk panjang seperti pipa dengan panjang kira-kira 10 cm yang bersifat kaku. Trakea memanjang dari leher ke rongga dada atas dengan susunan sebagian terlerak di leher dan sebagian di rongga dada.

5. Bronkus

Bronkus yaitu cabang tenggorokan yang bersambung ke bagian kanan kiri paru-paru. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara. Bronkus dan bronkiolus berfungsi sebagai jalur udara dari trakea menuju paru-paru.

Bronkus tersusun dari tulang-tulang rawan yang berbentuk bronkus lebih kecil jika dibandungkan trakea. Susunan pada tulang rawan pada bronkus tidak teratur, berselang-seling antara tulang dan otot. Bronkus memiliki fungsi sebagai penyaring udara, tetapi sifatnya hanya sebagai penyaring sekunder.

6. Paru-paru

Paru-paru adalah organ yang paling besar didalam sistem pernapafan manusia. Paru-paru yaitu organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan yang bernama pleura. Terletak di rongga dada di atas diafragma. Memiliki bentuk mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

Cek 4 Hal Ini Sebelum Daftar Sertifikasi Profesi

Previous article

5 Film Tentang Penyebaran Virus, Menakutkan!

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Biologi