0

Adanya keaneragaman berbagai macam flora di Indonesia bukan tanpa sebab. Dulu, pada zaman glasial, kepulauan Indonesia jika dilihat secara geologi merupakan pertemuan antara lempeng Asia dan lempeng Australia. Adapun kepulauan Indonesia yang bersatu dengan lempeng Asia antara lain Kalimantan, Sumatra dan Jawa kemudian daratan ini disebut sebagai Dangkalan Sunda. Kepulauan Indonesia yang bersatu dengan Australia antara lain Papua, daratan ini kita sebut sebagai Dangkalan Sahul. Adapun kepulauan Indonesia yang tidak termasuk lempeng Asia dan Australia adalah Sulawesi, Maluku serta kepulauan Nusa Tenggara. Keadaan ini membuat ciri khas flora di Indonesia menjadi beranekaragam, ada yang berciri khas Asia, bercirikhas Australia atau bercirikhas campuran keduanya.

Selain disebabkan karena faktor dari sejarah geologi, keanekaragaman flora bisa ditentukan juga oleh faktor lainya, misalnya adanya perbedaan iklim yang terdiri dari unsur-unsur suhu, angin, curah hujan dan kelembaban udara. Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis karena berada di daerah khatulistiwa. Akan tetapi negara ini memiliki curah hujan yang berbeda di setiap daerahnya sehingga menyebabkan adanya keaneragaman jenis flora.

Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi

  • Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa, yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi.Maka dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis.

Hutan-hutan ini didapati di Asia,Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest.

Hutan hujan tropis di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pohon-pohonnya tumbuh tinggi hingga mencapai 50 meter
  2. Terdapat vegetasi yang beraneka jenis
  3. Batang pohonya besar dan lurus
  4. Kanopi rapat sehingga sinar matahari tidak dapat menembus ke tanah
  5. Tumbuhan epifit menempel di pohon
  6. Terdapat tumbuhan paku-pakuan, liana, saprofit, parasit dan lumut
  7. Daun-daunnya berwarna hijau sepanjang tahun.

Contoh Hutan hujan tropis seperti pohon pinus, pohon ramin, pohon rengas, rotan manau, tumbuhan pencekik pohon dan pohon jeluntung

  • Hutan Musim

Hutan musim merupakan hutan yang terdapat di wilayah kemarau yang cukup panjang. Hutan musim tumbuhannya cendrung bersifat homogen (sejenis). Hutan musim juga dapat dikatakan sebagai hutan yang terdapat pada daerah yang suhu udaranya cukup tinggi dan mempunyai perbedaan musim hujan dan musim kemarau yang cukup jelas. Tumbuhan yang dapat hidup di hutan musim adalah tumbuhan yang mampu beradapatasi dengan musim kemarau dan musim penghujan serta tahan terdapat kekeringan. Pada musim kemarau di hutan musim sejenis tumbuhan tertentu menggugurkan daunnya seperti sedangkan di musim hujan tumbuhan tertentu menghijau kembali.

Hutan musim di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pohon-pohon yang tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit yang berarti mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan juga keadaan basah.
  2. Pada musim kemarau (kering), daun pohon-pohon akan meranggas, sebaliknya pada musim hujan, daunnya akan tumbuh dengan lebat.
    Contoh Hutan Musim

Contoh hutan musim seperti hutan pohon jati

  • Hutan Pegunungan

Hutan pegunungan atau hutan montana (montane forest) adalah salah satu formasi hutan tropika basah yang terbentuk di wilayah pegunungan. Formasi hutan ini juga dinamai hutan lumut, hutan kabut, atau hutan awan (cloud forest).

Hutan pegunungan di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kerap diselimuti awan
  2. Biasanya pada ketinggian atap tajuk (kanopi)nya
  3. Pepohonan dan tanah di hutan ini acapkali tertutupi oleh lumut, yang tumbuh berlimpah-limpah
    hutan pegunungan di indo
  • Hutan Bakau

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Indonesia menjadi negara dengan hutan mangrove paling luas di dunia. Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup, luas hutan bakau Indonesia mencapai 4,3 juta ha (2006). Sedang menurut FAO (2007) pada tahun 2005 Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 3 juta ha.

Hutan bakau memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tdak terpengaruh iklim
  2. Dipengaruhi pasang surut
  3. Tanah tergenang air laut
  4. Tanah rendah pantai
  5. Hutan tidak mempunyai struktur tajuk
  6. Sabana Tropis

Contoh hutan bakau seperti hutan bakau

Secara umum persebaran flora di Indonesia terdiri atas tiga kawasan utama, yaitu subregion Indonesia-Malaysia di bagian barat, Kepulauan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku) di bagian tengah, dan subregion Australia di bagian timur. Agar lebih spesifik, kita bisa membaginya menjadi 4 wilayah yakni daerah Sumatra-Kalimantan, daerah Jawa-Bali, Daerah Wallacea dan Daerah Papua.

  • Flora Sumatra-Kalimantan

Secara umum wilayah sumatra dan kalimantan memiliki iklim hujan tropis dimana memiliki curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Flora yang hidup didaerah ini antara lain kayu meranti (Dipterocarpus), damar, berbagai jenis anggrek, jenis lumut, cendawan (jamur), hutan bakau dan paku-pakuan.

  • Flora Jawa-Bali

Kondisi iklim di daerah jawa-bali sangatlah bervariasi. Semakin ke timur, curah hujan di daerah ini akan semakin berkurang. Wilayah Jawa Barat didominasi oleh tipe iklim hutan hujan tropis (Af) dan iklim muson tropis (Am). Sedangkan di wilayah timur, akan dijumpai iklim sabana tropis (Aw), terutama di daerah Bali. Adapun flora yang hidup di daerah ini antara lain pohon jati, pinus dan cemara.

  • Flora Kepulauan Wallacea

Kepulauan wallacea meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara dan Pulau Timor. Daerah ini memiliki kelembaban udara yang rendah, kecuali kepulauan Maluku. Adapun flora yang hidup di daerah ini antara lain vegetasi sabana dan stepa tropis di wilayah Nusa Tenggara, vegetasi hutan pegunungan di sekitar Sulawesi dan vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku dengan jenis rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu eboni, kayu cendana dan lontar.

  • Flora Papua

Sebagian besar kondisi iklim di wilayah Papua didominasi oleh tipe iklim hujan tropis (Af) sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan ini adalah hutan hujan tropis. Jenis floranya sangat khas antara lain pohon rasamala dan eucalyptus.

4 Tahap Revolusi Industri Sampai ke Era 4.0

Previous article

Membahas Seputar Startup Hingga Pendanaan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Geografi